5 Countries that i want to visit the most

1. Saudi Arabia : Semoga bisa naik haji ya ALLAH, aamiin

Ka'bah, Makkah, Saudi Arabia
2. Japan : Saya ingin sekali melanjutkan pendidikan saya di negeri sakura tersebut.

Mount Fuji, Japan
3. France : Kalau seandainya memang diizinkan saya juga ingin melanjutkan pendidikan disana.

Eiffel Tower, Paris, France
4. Korea Selatan : Saya ingin ketemu langsung sama yun hoo oppa, berkeliling pulau jeju. Holiday disana :D

Jeju Island, South Korea
5. United Kingdom : Ingin jalan-jalan kesana, pengennya menjelajah eropa, tapi yang utama 2 negara dulu .

Big Ben, United Kingdom
Untuk bisa ke negara tersebut, butuh IP yang tinggi, butuh knowledge yang luas, jadi harus banyak belajar. Gak boleh malas dan banyak-banyak ibadah .. Untuk sekarang, belajar dulu yang bener biar lulus kompre dengan nilai bagus untuk mengejar nilai. Kerjakan skripsi dengan serius biar bisa lulus tahun ini. SEMANGAT !!

SIMILAR POSTS

Penyiar Radio

*Sebelum melanjutkan belajar lagi, mari kita menulis :D

Ada satu angan-angan saya yang belum terealisasi sampai saat ini. Part time di salah satu stasiun radio di Jakarta dan menjadi penyiar disana. Rasanya pasti sangat menyenangkan. Hal ini berawal dari hobi saya mendengarkan radio sejak SMP. Saya suka sekali mendengarkan suara-suara renyah di radio. Dan rasanya senang sekali kalau bisa punya pendengar yang banyak.

Alhamdulillah saya mendapat 2 kali kesempatan di telepon oleh stasiun radio. Radio favorit saya saat itu adalah mustang fm, prambors dan mtv on sky. Dan on air, bentar doang sih ya, tapi rasanya senang banget. Dan ini yang membuat saya semakin ingin menjadi penyiar radio. Kesempatan pertama datang saat saya masih SMP *kesannya tua banget*. Saat itu seperti biasa, hobi saya itu ya sms ikut-ikut acara di radio. Dan tiba-tiba saat saya sedang belajar sambil mendengarkan radio, saya mendapat telepon dari nomor yang tidak saya kenal. Lalu saya angkat, dan ternyata mbak-mbak dari radio trax fm yang namanya mtv on sky saat itu. Saya lupa siapa penyiar radionya saat itu, yang saya ingat saat itu dia membacakan ramalan zodiak saya saat itu. Yah basa-basi sih, tapi senang aja rasanya. Besok paginya, pas upacara, si angga langsung nanya saya, benar atau tidak itu saya hha.

Kesempatan kedua datang saat saya kelas X sma. Saya ingat itu bulan ramadhan, saya iseng sore-sore sms ke trax fm *namanya sudah berubah* kalau saya sore itu akan mudik ke blitar dan ternyata dibacakan oleh indra bekti. Saat mendengar dia membacakan sms saya, saya masih ada di daerah dekat-dekat cikampek, jadi sinyalnya masih ada dikit lah ya . Kalau dibacakan aja sih biasa, tapi tiba-tiba gak lama setelah itu ada telepon lagi dari nomor tidak di kenal. Ternyata itu adalah mbak meli *kalau tidak salah ingat*, dari trax fm dan menanyakan apakah saya bisa menjadi live reporter untuk besok paginya. Perasaan saat itu, senang-senang gimana gitu. Asik saya bisa siaran bentar sekitar 5 menit :D

Keesokan harinya, saya gak sabar banget mau siaran, saya tungguin itu dari pas di penginapan di semarang. Bisa dibilang agak gak bisa tidur gitu *lebai sih* tapi saya excited banget nunggunya. Sudah jam 9 dan saya belum juga ditelepon, sementara jam siaran acara pagi itu cuma sampai jam 10. Sudah mulai merelakan "oh mungkin gak jadi kali yah". Tapi jam setengah 10an, saat saya sedang sarapan di boyolali, akhirnya saya ditelepon lagi oleh mba meli, dikasih tau cara reportnya sama pas nutupnya gitu. Mbaknya bilang kalau nanti akan ditanya-tanyain sama kemal *sekarang dia siaran di gen fm kalau pagi* dan jangan lupa dengan kata-kata penutupan reportnya. Pas mau selesai, blank tiba-tiba, tadi mau ngomong apa yah? haha. Tapi alhamdulillah pas terakhir-akhir saya ingat lagi. Saya ingat, kemal menanyakan lagu apa yang mau saya request. Dan saya mempersembahkan lagu Gie untuk seseorang saat itu. hha . Pas telepon ditutup, mbak meli langsung bilang, "bagus". Senangnyaaa :D

Dan itulah cerita pengalaman saya seputar radio dan angan-angan saya. Semoga suatu saat nanti bisa jadi penyiar part time dimanapun itu *yang radio anak muda tapi, kalau buat orang tua bukan keahlian saya*. Aamiin.

SIMILAR POSTS

Me and My Friends : Bogor (Part 1)

Hari ini saya akan bercerita tentang perjalanan ke Bogor .

Dimulai pada pagi hari yang cerah, saya bangun kesiangan gara-gara begadang *terus korelasinya apa?* Sebenernya niatnya jam 7 udah siap-siap, tapi ternyata tugas mengalihkan pikiran saya, dan saya baru siap-siap pukul 7.30. Diantarlah saya oleh keluarga saya ke stasiun, sekitar pukul 9, dan baru naik kereta pukul 9.15. Alhamdulillahnya di perjalanan saya diberi kelancaran, karena saya duduk dari pasar minggu sampai bogor. Tapi pas sampe sana saya dikerjain sama yang namanya cumi, yang menyebabkan saya bolak-balik dari stasiun - terminal laladon - stasiun lagi -.-

Setelah perjalanan garing itu, sampailah di KRB, yang memang tujuan awal kita. Peserta hari ini ada saya, dewi, cumi, iis, nidia, tika dan miftah, serta kiki dan jihad. Pertama kali datang langsung nyari tempat adem buat makan. Karena tuh anak-anak pada belum makan dari pagi, tapi akhirnya nyisa juga makanannya. Setelah kenyang foto-foto gak jelas, akhirnya kita memutuskan untuk jalan gitu yah keliling KRB, dan ditengah-tengah, adalah pembalasan buat si cumi HAHAHA *ketawa devil* . Jadi si cumi diiket di salah satu pohon di KRB pakai tali rapia *bayangin dooong*, habis itu, dia disiramin sama anak-anak, pake teh, pake air, macam-macam lah. Senang gue melilhatnya HAHAHA . Jadi si cumi habis ulang tahun, dan sekaranglah dikerjain, tapi dari 22 masih ada 19 jadi tenang lah cum.

Oke, sepanjang keliling-keliling KRB, saya iri, harap dicatat saya iri *saya tau iri itu tidak baik tapi .. saya iri .. ok mulai labil*. Iri sama pasangan tika dan miftah. Kenapa iri? eleuh mereka so sweet pisan nyak. (keterangan selengkapnya akan saya jelaskan di posting berikutnya).  Dan saya salut sama mereka. Congratz :))

Sayangnya gak lama mainnya, karena waktu yang menuntut kita untuk segera kembali ke daerah kami masing-masing, jadilah tadi saya balik bersama nidia, dewi dan adit jam 2. Di mobil tapi tadi malah nyeritain nanda *adeknya nidia sekaligus cem-ceman anak kecebonk* yang ya ampun, masih SMP aja udah bisa so sweet banget sama ceweknya *ok saya iri lagi*. Jadi hari ini malah jadi tambah galau kaaan. Sebelum saya tambah galau lebih baik saya akhiri sampai disini. Karena saya sudah berjanji pada diri saya untuk mengurangi galau. Demikian cerita geje saya hari ini .

SIMILAR POSTS

Rendahnya kesadaran merawat fasilitas publik

Kali ini saya akan membahas mengenai rendahnya kesadaran masyarakat untuk merawat fasilitas publik. Seperti yang kita ketahui, di Negara kita ini fasilitas publik itu sulit sekali terjaga. Bukannya saya mengeneralisasi, tapi fakta berbicara. Rendahnya pendidikan dan sosialisasi, serta kesadaran masyarakat itu sendiri yang membuat fasilitas publik tidak dapat "awet" dan "bersih".

Saya akan mengambil contoh kasus yang ada di sekitar saya, yang mungkin juga anda lihat setiap harinya :

Kasus 1 : Taman Bermain
Di dekat kampus saya, ada komplek TNI yang memiliki sebuah taman yang besar (menurut saya, karena taman di Jakarta bisa dibilang hampir punah). Sekitar akhir tahun lalu terjadi renovasi taman tersebut, karena akan mengikuti Kalpataru. Ada fasilitas baru, yaitu ayunan, bangku yang  nyaman, rerumputan, injak-injakan batu (saya tidak tau namanya, tapi ini yang biasa digunakan untuk refleksi itu). Pada awalnya, sudah ada kasus menyedihkan, 6 tempat sampah yang baru dan 1 bangku besi yang baru saja dipasang, lenyap diambil oleh pemulung (tidak bermaksud menjudge, tapi begitulah laporan dari yang mengawasnya). Selang hanya 1 bulan mungkin, ayunannya sudah rusak 1, dan yang 3 kondisinya sudah dililit-lilit kantong plastik yang tidak saya mengerti maksudnya untuk apa. Untuk kebersihan, jangan ditanya, sangat *bersih*, sampah dimana-mana, rerumputan tak dapat tumbuh, karena selalu diinjak-injak. Sekarang, taman itu mulai ditinggalkan .
Sangatlah menyedihkan bukan? Dan menurut penglihatan saya, yang merusak justru bukanlah orang dari komplek itu, melainkan orang perkampungan diluar komplek itu (karena memang itu dibuka untuk umum juga). Apa karena itu bukan milik sendiri lantas kita tidak mau menjaganya?

Kasus 2 : Masjid
Mungkin ini yang paling menyedihkan menurut saya. 1 minggu yang lalu saya menemukan di kamar mandi masjid kampus saya, ada pee yang tidak disiram dengan bersih. Saya hanya bisa tertegun, bukan kali ini dan disini saja saya menemukan hal seperti itu. Masjid, adalah tempat ibadah yang harus dijaga kesuciannya, ok itu memang kamar mandi yang tidak digunakan untuk sholat, tapi apa bisa berbuat semena-mena seperti itu?
Kemudian, saat mudik pada lebaran kemarin, saya beristirahat di tempat peristirahatan yang ada di jalan tol, kondisinya sangatlah menyedihkan. Banyaknya orang yang tidak bertanggung jawab disana menyebabkan tempat wudhu sangat kotor. Itu tempat wudhu, untuk mensucikan diri, tapi yang terjadi justru seperti itu.

Itu hanya contoh kasus dari banyak kasus yang terjadi. Tidak ada salahnya kan untuk menjaga kebersihan publik. Jika kita merawatnya dan menjaganya, kita juga tidak akan rugi, karena suatu saat kita pasti akan menikmatinya. Bagaimana perasaan anda melihat hal jorok seperti itu? Anda tentu tidak nyaman bukan?

Oleh sebab itu, mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjaga kebersihan, menjaga fasilitas publik, sehingga dapat menjadi contoh untuk orang-orang yang ada di sekitar anda. Dan jangan lupa untuk senantiasa mengingatkan orang lain untuk selalu menjaga dan merawat fasilitas publik.

Hal-hal kecil yang dapat dilakukan :
- Membuang sampah pada tempatnya, jika memang disekitar anda tidak ada tempat sampah, maka simpanlah dulu di dalam tas (di tas anda jangan tas orang lain :p)

- Bersihkan dengan menyeluruh jika anda habis menggunakan kamar mandi

- Jangan menginjak rumput
- Jangan membuang ludah sembarangan

Save our Environment
Save our Earth

SIMILAR POSTS

(GoVlog - Umum) Catatan Perjalanan : Trip to Singapore #1st day

Tepat satu minggu yang lalu, gue pergi ke Singapore untuk pertama kalinya. Meninggalkan negara Indonesia tercinta ini untuk yang pertama kalinya. Penjelajahan kami (gue dan partner gue) bertujuan untuk jalan-jalan sekaligus membuka wawasan akan dunia luar. Sebab, kalau kita hanya terkurung dalam tempurung negara ini kita tidak dapat melihat dunia luar, membuka pandangan akan hidup yang lebih baik.

Hari Selasa tepatnya tanggal 13 September 2011, kami pergi ke Bandara Soekarno Hatta untuk terbang ke negara Merlion itu. Sesampainya di Bandara, kami melakukan self check in, soalnya kalau check in manual dikenakan biaya. Di Self check in ini kita akan mendapatkan boarding pass, yang digunakan buat perjalanan kesana. Untuk mendapatkan boarding pass ini kita dikenakan biaya 150ribu. Bedanya dengan di luar negeri, kalau biaya tax udah termasuk di dalam tiket, kalau di indo, masih belum termasuk dalam tiket, itulah kenapa tiket dari Indonesia terlihat murah.

Saat masuk pesawat
Setelah urusan self check in selesai, kami pergi ke bagian imigrasi untuk diperiksa dokumen-dokumennya. Dan untuk mendapatkan stempel izin pergi dari negara ini ke negara lain. Setelah beres tinggal masuk ke gate dan menunggu keberangkatan. Dan setelah kurang lebih 2jam perjalanan, voilaaaaa .. sampailah kami di Singapura (walau telat 30menit dari jadwal yang seharusnya) .

Pas tiba disana, kami kagum karena, berbeda dengan di Negara kami, disini sangat tertata rapi, disiplin dan terjadwal. Pertama yang kami cari adalah tempat penukaran boarding pass dengan free simcard salah satu provider Singapura, tapi mungkin karena kami yang tidak percaya dengan pendengaran kami, ataupun kami yang tidak percaya dengan information centrenya, akhirnya kami tidak mendapatkan free simcard.
Numpang ngenet di Changi Airport
Sky Train
Di Bandara, kami haus, dan karena disana ada minum gratis yang langsung dari kran, langsung kami menyerbu tempat itu. Dengan kenorakan tingkat dewa, kami bergantian minum dari sana, dan kemudian mengisi botol air yang di bawa dari Jakarta dengan air itu. Sempat nyoba internet gratisnya sebentar juga sih hehe. Kedisiplinan waktu pertama yang saya lihat adalah, kedisiplinan datangnya Sky Train. Sky Train adalah kendaraan yang mengantar penumpang dari satu terminal ke terminal lain, datang setiap 4 menit sekali, dan kereta yang satu ini tidak dijalankan oleh masinis, jadi secara otomatis. Sangat tertata sekali.

MRT
Akhirnya kami memutuskan untuk beranjak dari Bandara. Setelah lolos dari pemeriksaan imigrasi, mulai lah kami dengan kenorakan yang berikutnya, yaitu MRT. Oh ya, disini kesalahan kami adalah tidak shalat didalam bandara, karena setelah keluar dari bagian imigrasi, ga ada mushola lagi T_T .. Lanjut ceritanya, pertama kami mendatangi information centre, bertanya tentang tiket MRT, lalu akhirnya dsuruh ke mesin tiket MRT, disana bertanya lagi tentang Singapore Tourist Pass, dan ternyata STP bisa dibeli  saat itu untuk digunakan pada esok hari. Jadi akhirnya kami memutuskan untuk membeli STP untuk 2 hari kedepan dan menggunakan tiket sekali jalan untuk hari itu. Beruntung sekali ada petugas yang dengan baik hati memberitahukan MRT Station yang sesuai dengan tempat yang kami inginkan, yaitu Marina Bay :)

Suasana Changi MRT Station
Sesampainya di Promenade MRT Station, kami turun dan berencana untuk me refund one way ticket kami. Disinilah kenorakan berikutnya terjadi, saat merefund, gue asal memasukkan kartu ke mesin, tapi mesinnya gak mau nerima, gue paksa masukin, tapi tetep ga bisa juga. Dan untungny ada ibu-ibu yang memberi tahu caranya merefund, jadi kita harus memilih menu refund dulu, baru bisa memasukkan kartunya. Dan akhirnya dapat 2 dollar juga :D

Marina Bay, dua kata yang menggambarkan tempat itu saat pertama kali kesana.  "Subhanallah, beautiful" . Gue sangat terkagum saat melihatnya di malam hari. Bagi kalian yang ingin berkunjung ke Singapura, sangat recommended, kalau kalian ke Marina Bay di Malam hari. Hujan deras mengguyur, dan kami dengan tenaga yang tersisa menggotong-gotong tas bawaan kami dan menunggu di The Helix Bridge, so sweet banget bukan? Akhirnya gak lama hujan pun reda, daaaaan kami bisa berfoto-foto. Jangan iri yaa :p
Marina Bay (It is beautiful, isn't it? :)
The Helix Bridge
SOTA
Waktu menunjukkan pukul 11 malam, kami belum sholat, belum makan dari siang (dan ini cobaan yang berat). Kami memutuskan untuk pergi ke orchard, sesuai dengan rencana kami. Dan kenorakan berlanjut, kami berencana naik bis, tapi kami tidak tau bagaimana cara membayarnya, karena orang-orang yang kami lihat membayar menggunakan kartu). Lalu akhirnya setelah main suruh-suruhan, partner saya yang bertanya pada orang yang sedang menunggu bis juga. Kebodohan saya berlanjut setelah itu, kami berencana ke Orchard boulevard, namun karena panik capek dsb, saya langsung dengan heboh menyuruh turun saat melihat tulisan Orchard Rd (maklum pemula, gak tau, kalo trnyata Orchard Boulevard dan Orchard Rd itu beda). Dan nyasarlah kami disana, si partner kesal karena ulah saya itu. Tapi mau gimana lagi akhirnya kami melanjutkan berjalan entah kemana, dan sampailah di SOTA. Disana bertanya-tanya tentang masjid yang bisa digunakan untuk sholat ataupun rehat sejenak. Tapi sayangnya di Singapura sana, masjid besar hanya buka sampai jam 10 malam. Dan pergilah kami ke mall sebelah, niatnya hanya ngambil air wudhu lalu sholat dimanapun deh ada tempat kosong. Alhamdulillah toilet mall itu buka 24jam. Lalu aku meminta izin pada wanita keturunan India, yang bertugas malam itu untuk sholat sebentar. Saat ingin sholat, datanglah petugas lain, ia menegur kami, menyangka kami ingin tidur disana, (dia kurang paham bahasa inggris, jadilah kami menggunakan bahasa melayu). Kami memberi pengertian, meminta izin hanya untuk sholat sebentar. Dan akhirnya ia mengizinkan untuk waktu sebentar, karena disana tidur sembarangan bisa dikenakan denda.


Bus Station
Kami melanjutkan perjalanan menuju masjid besar didaerah Little India. Berjalan kaki dari Orchard Rd, sampai ke Little India dengan membawa 2 ransel besar, 1 tas kamera, dan 1 tripod seberat 1,5kg. Can you imagine that? rasanya gak bisa digambarkan, cuapek banget. Kami sering beristirahat duduk di bus station, dan tidak terasa ternyata kita sampai di jalan Serangoon Rd, yang notabene, dekat dengan penginapan tujuan kami. Seperti yang dibilang oleh lelaki di SOTA tadi kalau masjid hanya buka sampai jam 10, rencana kami tidur di masjid pun gagal. Setelah berjalan sangat jauh, melelahkan, belum makan, belum tidur, akhirnya kami sampai di Farrer Park MRT Station. Sebenarnya The Hive (tempat menginap kami) sudah dekat, tapi percuma saja karena toh, kami booking untuk hari esok yaitu jam 7.30am. Daripada kami sangat lelah dan tidak bisa berjalan esok hari, kamipun tidur di MRT Station. Itulah pertama kalinya kami menggembel di Negara orang. Waktu terasa sangaaat lama sekali disana, tapi kami harus bergantian tidur, harus.

Pagi menjelang, kami memutuskan kembali ke masjid yang tutup semalam itu, untuk subuhan. Setelah itu kami memutuskan untuk menggunakan bus menuju The Hive. Kali ini kami tidak menggembel berjalan kaki, karena STP yang kami beli kemarin sudah dapat digunakan di hari kedua. Sampailah kami di The Hive Backpackers..

To be continued .. 2nd day ..

Bukti :



SIMILAR POSTS

Commuter Line vs Ekonomi

Hari ini gue naik kereta ke-3 dan ke-4 kalinya diumur gue yang sekarang ini *gak perlu disebut*. Pertama gue naik kereta Commuter Line dan baliknya gue naik kereta ekonomi *hemat* . Akan gue review perbedaan yang gue temui di masing-masing kereta ini.

Kereta Commuter Line :
Kereta ini baru (tapi fisiknya ya kereta ekonomi AC yg dulu itu, tapi lebih baik). yang bisa dinaiki dengan harga tiket 6ribu (dari tebet). Well Kelebihan dari kereta ini adalah di dalemnya ga ada yang ngerokok, ya namanya juga AC. Disini ada 2 macam AC, yang pertama AC (Air Conditioner) dan yang satu lagi AC2 (Angin Cepoi-Cepoi) yang dihasilkan dari kipas angin yang bertengger di atap gerbong. Dan kalau naik kereta ini, bagi yang pemula naik kereta dan belum hafal urutan stasiun-stasiunnya *contohnya gue* gak akan kesasar kalo naik kereta ini, ya peluang kesasarnya kecil lah. Bukannya ada pengumuman berhenti tiap stasiun kayak di luar negeri ataupun busway (yang masih bagus tentunya), tapi di atas pintu keluar masuk itu ada peta rute keretanya. Jadi kalau memperhatikan peta dan melek selama dijalan, ga nyasar deh hehe.

Dan bagi para wanita-wanita anggun yang hanya ingin bersama para wanita, bebas dari gangguan pria-pria tengil, bisa naik gerbong wanita yang biasanya ada di depan atau belakang kereta, biasanya ada 2 gerbong yang disediakan khusus untuk wanita pada masing-masing kereta. Kereta ini ga kosong penumpang kok kayak trans pakuan, tapi tenang ga sepenuh Ekonomi yang jelas.


Kereta Ekonomi :
Ini adalah kereta yang disubsidi oleh pemerintah harganya jadi 1500 rupiah saja. As we know, kalo kereta ini akan sangat sesaaaak sekali kalo jam-jam tertentu. Bahkan ada yang sampai naik-naik diatas kereta. Dan tadi gue melihat dengan mata kepala gue sendiri, pas lagi nunggu kereta arah jakarta, ada anak sekolahan di atas, bawa-bawa celurit, samurai, senjata-senjata gitu (ga sempet gue foto, serem, mana sendirian pula). Dan sebelah gue ibu-ibu teriak-teriak "Ya ampun dek, jangan-jangan". Dalam hati, beginikah mental anak sekolah jaman sekarang? Tapi kalau mau gak begitu sesak bisa merubah rute : ke bogor pagi, dan ke jakarta sore :p
Ok back to the condition, disini kalo lagi kosong, bisa lebih dingin lho dari kereta AC, why? karena AC disini lebih dahsyat kekuatannya, karena bisa merasakan hembusan angin dari kipas angin ataupun dari luar kereta *dahsyat bukan?*. Tapi semua itu percuma karena disini orang bebas merokok semaunya, ngeganggu banget bagi orang-orang yang gak suka asap rokok.

Ada yang spesial dari kereta ekonomi. Kalo naik kereta ini, kalian bisa shopping deh. Seperti tadi yang gue alamin. Berikut list apa aja yang dijual, berikut dengan slogan-slogannya :

  1. Ada penjual air : *yang aus yang aus*
  2. Buah kelengkeng : *1: 3 ribu 2: 5rbu, manis manis* (Populasi penjual yang paling banyak di kereta)
  3. Senter kepala : *ayo senternya 10rbu, 8rbu ga pake batere*
  4. Koran : *ayo pos kota, lampu merah 1000* 
  5. Masker & tisu : *masker tisu, masker tisu 2 ribu*
  6. Raket (raket buat nyamuk itu lho bukan buat badminton) *ayo raketnya raketnya treeek treek treek*
  7. Tahu sumedang *tahunya tahu sumedang masih anget*
  8. Aksesories, and many more, sampe lupa gue ada apalagi.


Setiap transportasi pasti ada baik dan buruknya, tinggal bagaimana kita menyikapinya aja. Mau naik kereta yang mana? that's all up to you :)

SIMILAR POSTS