Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

Jalan-jalan ke Luar Negeri vs Dalam Negeri


Beberapa hari yang lalu saya melihat obrolan di sebuah forum mengenai paspor yang baru. Di dalamnya saya melihat beberapa comment yang isinya "saya belum punya paspor, jalan-jalan dalam negeri aja dulu". Dan dari situlah yang menginspirasi saya dalam menulis ini.

Sebenarnya mana sih yang lebih baik jalan-jalan ke luar negeri atau dalam negeri?

Menurut saya, kedua tujuan tersebut baik. Kenapa baik? Tujuan luar negeri baik ketika kita ingin membuka wawasan akan dunia luar, kita jadi tahu bagaimana kehidupan di luar sana, bagaimana mereka bisa berkembang. Tujuan dalam negeri baik ketika kita ingin melihat budaya kita sendiri, dan kondisi real di belahan lain Indonesia itu seperti apa. Bayangkan ketika indonesia adalah sebuah desa dan negara lain adalah desa sebelahnya, ketika kita tidak pergi keluar dari desa, apakah kita pernah tau apa yang ada di desa sebelah? Apakah kita akan tahu hal apa yang menyebabkan desa sebelah lebih rapi dan lebih banyak pengunjungnya daripada desa kita sendiri? Tentunya kita tidak pernah tahu, karena kita tidak pernah menengoknya secara langsung. Dan ibaratkan kota tempat kita tinggal adalah rumah, sedangkan kota lainnya adalah rumah di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Apa kita akan tahu bagaimana rumah tetangga kita yang lain apabila kita tidak pernah keluar rumah?

Menurut saya tidak ada yang lebih baik dari jalan-jalan ke luar negeri dan dalam negeri. Keduanya baik bagi perkembangan mind set kita. Saya punya cita-cita berkeliling dunia, dan jelas keliling Indonesia termasuk karena Indonesia bagian dari dunia ini bukan? Ada baiknya membuka mindset kita untuk terbuka akan apa yang ada di luar. Pengalaman saya jalan-jalan ke luar negeri, saya banyak belajar, bagaimana mereka hidup secara teratur, disiplin dan bersih. Sedangkan ketika saya berjalan-jalan di dalam negeri saya melihat potensi alam Indonesia yang sangat besar, dan melihat perlu adanya kesadaran kita bersama untuk mengelola dan menjaga kekayaan alam kita.

Ketika saya berjalan-jalan ke luar negeri, saya melihat bagaimana keras upaya pemerintah dan masyarakat untuk menjaga aset mereka "baik budaya maupun kekayaan alam sebagai potensi wisata". Dan ini yang sebaiknya diterapkan ke dalam bangsa kita, budaya bersih. Saya seringkali sedih ketika melihat tempat wisata di Indonesia yang keindahannya tertutup sampah. Kadang saya kesal ketika masa liburan dimana banyak orang yang berkunjung ke tempat wisata dan meninggalkan sampah. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu di Pantai Kuta. Apa susahnya untuk mengumpulkan sampah dan membuangnya ketika menemukan tempat sampah? Ketika Tempat wisata bersih, maka wisatawan lokal maupun asing juga akan berdatangan dengan sendirinya.

Jadi jangan lagi ada kata-kata nyinyir yang mengatakan, "dasar tidak cinta Indonesia, jalan-jalannya ke luar negeri terus". Sekali lagi itu adalah pilihan, kita tidak bisa serta merta mengatakan seseorang cinta Indonesia atau tidak dari hanya melihat kemana dia liburan. Belajarlah untuk membuka wawasan, jangan berpikiran sempit, cobalah berpikir dari berbagai sudut pandang lainnya. Dan belajarlah untuk menjaga tempat-tempat wisata yang kita miliki, agar jangan sampai pada generasi anak dan cucu kita, mereka hanya bisa mendengar dan melihat foto masa lalu akan keindahan tempat-tempat wisata di Indonesia.

SIMILAR POSTS

Festival Teluk Jailolo yang Mengagumkan (Surga di Maluku Utara)

Indonesia adalah zamrud khatulistiwa yang punya sejuta keindahan yang eksotis didalamnya. Keindahan alamnya yang sangat indah itu punya daya tarik sendiri yang besar untuk wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Dan Indonesia timur adalah tempat yang paling punya daya tarik yang besar karena alamnya dan keasriannya. Halmahera barat, Maluku Utara punya eksotisme yang tinggi, dan Jailolo berada didalamnya. Siapakah yang belum mengetahui Jailolo? Jailolo itu  kota kecamatan kecil yang ada di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Halmahera barat terkenal sebagai “Surga di Maluku Utara” (terbayang kan indahnya seperti apa :).

Keindahan Halmahera Barat

Kenapa harus saya yang dipilih kesana? Dan Kenapa saya ingin sekali kesana?

Karena saya adalah seorang petualang yang haus akan petualangan, saya pecinta Indonesia yang masih buta akan negaranya sendiri. Jadi saya ingin sekali kesana, sehingga saya bisa membagi cerita tentang Negara saya, tentang Halmahera Barat, tentang surga di Maluku Utara. Saya akan membagikan cerita kepada dunia, jadi orang gak akan lagi memandang Negara saya dengan sebelah mata. Dan masyarakat akan semakin menjaga dan menghargai Negaranya sendiri.


Saya sangat suka memotret, mengabadikan tempat-tempat indah yang saya kunjungi . Akan saya ciptakan foto-foto indah yang akan membuat masyarakat Indonesia, atau bahkan dunia terkagum akan Halmahera Barat, Surga di Maluku Utara. Kagum akan apa yang dimiliki Negara ini, Indonesia, sang garuda .. Zamrud khatulistiwa.


Apa yang akan saya lakukan kalau saya berkesempatan kesana? Banyak sekali tentunya.
Pertama, keindahan baharinya yang tidak perlu diragukan lagi. Subhanallah indah sekali. Pantai indahnya banyak sekali disana. Pastinya saya akan mengunjungi pantai disana, salah satunya pantai Disa, indah dengan pasir putihnya. Mengelilingi pasir putih, bermain pasir menjadi hal yang sangat menyenangkan. Kemudian saya ingin sekali snorkling, berhubung saya belum pernah snorkling sama sekali, saya ingin sekali pertama kalinya snorkling di tempat seindah itu. Keindahan bawah lautnya, jangan diragukan lagi. Terumbu karangnya, ikan-ikan yang pastinya lucu-lucu dan indah itu, saya akan melihatnya.
Pantai Disa

Kedua, Kebudayaannya, saya ingin belajar menari. Ada banyak tarian khas sana, ada Tarian Side-side, Tarian Yanger, Tarian Legu Salau. Karena tempat ini dihuni oleh beragam suku dan etnis. Dibagi menjadi 2 suku, ada suku asli dan suku pendatang. Suku aslinya ada Suku Sahu, Suku Ternate, Suku wayoli, Suku Gorap, Suku Loloda dan Suku Gamkonora. Sedangkan suku pendatang ada Suku Sangier, Suku Makian, Suku Ambon, Suku Tidore, Suku Jawa dan Suku Gorontalo. Banyak sekali kan suku dan etnisnya, sudah pasti kebudayaannya pasti menarik sekali. Disana juga ada rumah adat Sasa’du yang merupakan rumah adat Suku Sahu menjadi daya tarik tersendiri. Saya ingin sekali mengelilingi langsung rumah itu :D


Ketiga, tidak hanya pantai dan kebudayaannya saja. Hutan tropisnya juga tidak kalah menariknya, yaitu Hutan tropis di Sidangoli. Bagi seorang petualang (seperti saya) sayang sekali kalau sampai melewatkan tempat ini. Di hutan tropis ini terdapat Kerajaan Burung Bidadari (Semioptera Wallaccii) katanya burung ini merupakan burung endemik kepulauan Maluku, sejenis cenderawasih berukuran sedang. Ciri mencoloknya itu, ada dua pasang bulu putih memanjang yang keluar menekuk dari sayapnya. Burung ini berkumpul menari di udara dan meluncur dengan sayapnya. Pasti indah sekali, dan akan sangat mengagumkan kalau saya bisa ikut menari-nari dibawahnya melihat mereka.

Inilah burung bidadari

Dan yang keempat ini yang membuat saya senyam-senyum sendiri membayangkan jika saya bisa mengunjunginya, FESTIVAL TELUK JAILOLO. Yeah !! Karena potensi alam dan budayanya yang indah ini, pemerintah menggelar event wisata yang berskala internasional ini. Selama 3 tahun terakhir, setiap tahunnya pemerintah mengundang para wisatawan lokal maupun asing untuk menikmati keindahannya itu.  Yap, festival itu adalah festival teluk jailolo yang saya sebutkan diatas tadi, dan dijudul artikel ini. Tahun ini Festival Jailolo akan diadakan dari tanggal 13 Mei sampai 20 Mei 2012 untuk info lengkapnya bisa diliat disini http://festivaltelukjailolo.com/id/event. Karena rasa penasaran akan cerita orang-orang tentang festival ini, saya ingin sekali kesana. Jika bisa mengunjungi festival ini bisa menikmati keindahan alam dan budayanya sekaligus. Pasti seeruuuuu sekali \(^o^)/
Inilah festivalnya, ditambah foto penulis yang ingin sekali  foto langsung di event itu

Kalau saya diberi kesempatan untuk mengunjungi Jailolo. Yang pertama akan saya lakukan adalah sujud syukur dan mengucapkan syukur atas kesempatan yang diberikan ke saya. Mungkin saya langsung mencari peralatan memotret, mempersiapkan “gear” supaya tidak sampai kehilangan momen memotret keindahan alamnya itu. Kemudian mencium dan memeluk kedua orang tua saya, mengucapkan terima kasih atas doanya. Dan saya akan sangat berterima kasih kepada penyelenggara, saya akan masak coklat untuk dibagikan nanti saat perjalanan. Dan sepulangnya dari sana akan saya publish foto-foto petualangan dan kisah saya itu di fb, blog, tumblr, twitter. Saya tunjukkan pada dunia kalau Indonesia punya sesuatu .. yaitu Surga di Maluku utara .


Itinerary perjalanan di Jailolo:
Hari 1 (13 Mei)  - Sampai di ternate, keliling kota ternate.
  - Perjalanan menyebrangi Jailolo dari ternate.
  - Istirahat menyiapkan fisik untuk keesokan harinya - seminggu ke depan.
Hari 2 (14 Mei)  - Mengikuti acara pembukaan festival teluk Jailolo (gak boleh ketinggalan).

  - Melihat Pertunjukan Lomba Seni Budaya dan mencoba mempelajarinya.
  -Belajar menari tarian daerah khas maluku
Hari 3 (15 Mei)  - Mengikuti Fun Diving dan Snorkling, bersantai di pulau fastifiri
  - Mengelilingi wisata bahari halmahera barat
Hari 4 (16 Mei)  - Melihat rumah sasa’du
  - Pergi ke kerajaan burung bidadari.
  - Mengelilingi kota jailolo di malam hari
Hari 5 (17 Mei)  - Menyaksikan Pameran Rempah,
  - Mengikuti Festival Ikan Bakar dengan menghadiri Ritual Laut.
Hari 6 (18 Mei)  - Mengikuti Perjalanan Rempah
  - Menghadiri Pesta Kuliner Tradisional, untuk mencicipi hidangan khas masyarakat Jailolo. 
Hari 7 (19 Mei)  - Menonton pertunjukan Cabaret On The Sea
  - Menyaksikan pertunjukan Parade Rempah-Rempah.
Hari 8 (20 Mei)  - Menyebrangi Ternate dari pelabuhan Jailolo menuju Bandara Babullah
  - Kembali ke Jakarta, dan bersiap untuk membagikan kisahku (^o^)//

nb : foto-foto itu saya ambil di internet, kebanyakan dari situs festivaltelukjailolo, semoga diberi kesempatan untuk memotretnya sendiri :D

Sukseskan potensi wisata dalam negeri !!

SIMILAR POSTS

Commuter Line vs Ekonomi

Hari ini gue naik kereta ke-3 dan ke-4 kalinya diumur gue yang sekarang ini *gak perlu disebut*. Pertama gue naik kereta Commuter Line dan baliknya gue naik kereta ekonomi *hemat* . Akan gue review perbedaan yang gue temui di masing-masing kereta ini.

Kereta Commuter Line :
Kereta ini baru (tapi fisiknya ya kereta ekonomi AC yg dulu itu, tapi lebih baik). yang bisa dinaiki dengan harga tiket 6ribu (dari tebet). Well Kelebihan dari kereta ini adalah di dalemnya ga ada yang ngerokok, ya namanya juga AC. Disini ada 2 macam AC, yang pertama AC (Air Conditioner) dan yang satu lagi AC2 (Angin Cepoi-Cepoi) yang dihasilkan dari kipas angin yang bertengger di atap gerbong. Dan kalau naik kereta ini, bagi yang pemula naik kereta dan belum hafal urutan stasiun-stasiunnya *contohnya gue* gak akan kesasar kalo naik kereta ini, ya peluang kesasarnya kecil lah. Bukannya ada pengumuman berhenti tiap stasiun kayak di luar negeri ataupun busway (yang masih bagus tentunya), tapi di atas pintu keluar masuk itu ada peta rute keretanya. Jadi kalau memperhatikan peta dan melek selama dijalan, ga nyasar deh hehe.

Dan bagi para wanita-wanita anggun yang hanya ingin bersama para wanita, bebas dari gangguan pria-pria tengil, bisa naik gerbong wanita yang biasanya ada di depan atau belakang kereta, biasanya ada 2 gerbong yang disediakan khusus untuk wanita pada masing-masing kereta. Kereta ini ga kosong penumpang kok kayak trans pakuan, tapi tenang ga sepenuh Ekonomi yang jelas.


Kereta Ekonomi :
Ini adalah kereta yang disubsidi oleh pemerintah harganya jadi 1500 rupiah saja. As we know, kalo kereta ini akan sangat sesaaaak sekali kalo jam-jam tertentu. Bahkan ada yang sampai naik-naik diatas kereta. Dan tadi gue melihat dengan mata kepala gue sendiri, pas lagi nunggu kereta arah jakarta, ada anak sekolahan di atas, bawa-bawa celurit, samurai, senjata-senjata gitu (ga sempet gue foto, serem, mana sendirian pula). Dan sebelah gue ibu-ibu teriak-teriak "Ya ampun dek, jangan-jangan". Dalam hati, beginikah mental anak sekolah jaman sekarang? Tapi kalau mau gak begitu sesak bisa merubah rute : ke bogor pagi, dan ke jakarta sore :p
Ok back to the condition, disini kalo lagi kosong, bisa lebih dingin lho dari kereta AC, why? karena AC disini lebih dahsyat kekuatannya, karena bisa merasakan hembusan angin dari kipas angin ataupun dari luar kereta *dahsyat bukan?*. Tapi semua itu percuma karena disini orang bebas merokok semaunya, ngeganggu banget bagi orang-orang yang gak suka asap rokok.

Ada yang spesial dari kereta ekonomi. Kalo naik kereta ini, kalian bisa shopping deh. Seperti tadi yang gue alamin. Berikut list apa aja yang dijual, berikut dengan slogan-slogannya :

  1. Ada penjual air : *yang aus yang aus*
  2. Buah kelengkeng : *1: 3 ribu 2: 5rbu, manis manis* (Populasi penjual yang paling banyak di kereta)
  3. Senter kepala : *ayo senternya 10rbu, 8rbu ga pake batere*
  4. Koran : *ayo pos kota, lampu merah 1000* 
  5. Masker & tisu : *masker tisu, masker tisu 2 ribu*
  6. Raket (raket buat nyamuk itu lho bukan buat badminton) *ayo raketnya raketnya treeek treek treek*
  7. Tahu sumedang *tahunya tahu sumedang masih anget*
  8. Aksesories, and many more, sampe lupa gue ada apalagi.


Setiap transportasi pasti ada baik dan buruknya, tinggal bagaimana kita menyikapinya aja. Mau naik kereta yang mana? that's all up to you :)

SIMILAR POSTS